Craft Stories

Hi, I'm Lia. I like handmade crafts & bric-a-brac. This is a place where I share ideas + tutorials, and (sometimes) sell my crafts. Thanks for stopping by! :)
Recent Tweets @
Who I Follow

Fabric flower ring

Ribbon hair accessories (can be worn as a bracelet)

Felt clutch

PS: All was made by my hands:). Have a great Sunday!

Punya foto yang kualitas cetaknya kurang bagus tapi sayang dibuang? Ketimbang dibiarkan berjamur, lebih baik dialih fungsikan menjadi ‘sesuatu’ yang bernilai spesial, salah satunya coaster atau tatakan gelas.

Tak perlu memakai bahan khusus seperti kaca atau kayu bila tak ada.

Cukup dengan material sederhana seperti dibawah ini, tatakan gelas personal bisa dibuat;

-       Karton tebal, sebagai alas, ukuran 11x11cm

-       Dua plastik mika, berbeda warna

-       Satu foto dan satu gambar dari majalah

-       Selotip dekoratif & double tape

Caranya cukup mudah. Potong foto, gambar dan mika sesuai ukuran karton. Tempelkan foto dan gambar (bisa diganti dengan foto yang lain) dengan double tape di atas karton, masing-masing di sisi yang berbeda. Lapisi keduanya dengan plastik mika, agar foto tetap bersih. Sengaja saya memberikan mika warna kuning pada image boneka, supaya terlihat ada sentuhan vintage. Tutup salah satu (atau keduanya) pinggiran tatakan gelas dengan selotip dekoratif. Selesai!:)


Passport case, made from felt & cotton fabric.

Saya punya keponakan perempuan. Baby A, begitu saya memanggilnya. Meski baru berumur sebulan, ia senang berpose, bahkan saat terlelap. Saat usianya 2 minggu, ia sudah bisa menarik 1 antingnya hingga terlepas. Mungkin ia ingin membuat fashion statementnya sendiri, ‘Satu anting lebih dari cukup.’

Inspirasi dalam berkreativitas, khususnya crafting, makin mengalir sejak baby A hadir. Bila sebelumnya saya hanya membuat asesoris, kini saya mulai melirik pernak-pernik bayi. Interaksi dengan beragam warna kain yang cerah plus padan motif makin intens dicoba. Saya kembali belajar dengan mendatangi beberapa situs yang memuat tutorial DIY keperluan bayi, antara lain www.purlbee.com. Berbagai tutorial kerajinan, dan pernik bayi khususnya, ditulis dengan rapi dan jelas, plus dilengkapi foto. Saya mencoba salah satunya, baby kimono shirt. Berikut linknya:

http://www.purlbee.com/the-purl-bee/2012/6/21/mollys-sketchbook-newborn-kimono-shirt.html

Saya menambahkan kancing jepret di dalam kimono dan satu kancing di luar sebagai asesoris. Kain yang saya gunakan kain katun karena kain ini menyerap keringat. Meski masih kebesaran saat dipakai, tapi baby A terlihat tidur nyenyak mengenakan kemeja kimono buatan auntie nya:)

Celana jeans yang warnanya tampak remang-remang usang di atas sudah bersama saya lebih dari 10 tahun, 11 tahun persisnya. Ia pernah menemani saya melewati 4 musim, menjumpai hal-hal baru, dan menjadi saksi banyak kisah, termasuk cerita percintaan yang telah usai.

Dalam perjalanannya, denim yang saya beli di sebuah factory outlet ini mengalami berbagai metode pembersihan. Mulai berputar di mesin cuci, disemprot ala dry clean, hingga berendam di ember biasa dan dibilas dengan tangan. Karena keseringan berinteraksi dengan debu dan air, ia makin rapuh dan punya ‘luka’ disana-sini. Tak tega menyiksanya, saya mengistirahatkannya tahun lalu.

Saya tidak pernah berpikir untuk mengenakannya kembali. Hingga beberapa saat yang lalu, saya menemukan postingan ini:

http://blog.freepeople.com/2013/04/diy-demim-repair-stitches-florals/#more-73446

Tutorial di postingan tersebut cukup simpel. Hanya menambal lubang denim yang robek dengan kain perca. Atas nama kesempatan kedua, saya kembali mengeluarkan jeans kesayangan. Setelah menyeleksi kain yang ada, pilihan saya jatuh pada sisa kain yang saya gunakan untuk membuat kemeja kimono keponakan saya yang berusia sebulan. Saya memilihnya bukan hanya karena warnanya yang cerah. Dengan berbagi kain yang sama, saya ingin ‘mengajaknya’ berjalan bersama, mencicipi pengalaman baru dengan beragam rasa.